Ming. Apr 21st, 2024

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan lewat Lurah Bangka Memanggil Pemilik Bangunan Kafe Diatas Saluran Air

Pasal 51 Ayat 3 berbunyi, “bangunan gedung di di dalam tanah harus memenuhi ketentuan, salah satunya tidak mengganggu kegunaan fasilitas dan prasarana umum yang berada di di dalam tanah.” Adapun, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan lewat Lurah Bangka memanggil pemilik bangunan yang mendirikan kafe di atas saluran air. Camat Mampang Prapatan Djaharuddin berujar, pamanggilan dilakukan perihal terdapatnya dugaan pelanggaran karena bangunan kafe berdiri di atas saluran air.

“Sedang kita tangani. Saat ini tengah ditangani awal oleh Kelurahan Bangka. Pemilik tengah kita undang, di kantor Lurah Bangka,” ujar Djaharuddin saat dihubungi, Senin (15/11/2021).

Pemerintah tak segan membongkar bangunan-bangunan selanjutnya kalau nantinya pemilik bangunan tidak mengacuhkan surat peringatan yang diberikan. Pemkot Jaksel termasuk bakal mengecek sejumlah bangunan yang berdiri di atas saluran air itu bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami kan berkenan cek bareng dahulu (Selasa) besok bersama dengan tingkat Pemerintah Kota termasuk dan BPN kalau dilihat fisiknya (bangunan) kuat dan besar termasuk bangunannya, butuh alat sepertinya,” ucap Djaharuddin. Saat ini, Pemkot Jaksel tengah memetakan sejumlah bangunan yang disinyalir berdiri di atas saluran air yang harusnya diperuntukkan untuk menanggulangi banjir.

Heboh Bangunan di Atas Saluran Air di Kemang Utara, Bagaimana Aturannya?

Sejumlah bangunan berdiri di atas saluran air di wilayah Kemang Utara, Jakarta Selatan supaya sebabkan saluran air tidak dapat berguna sesuai bersama dengan peruntukannya. Sejumlah kafe itu diketahui dibangun di atas saluran air penghubung Kali Mampang. Berdasarkan pengamatan Visit binamargadki di lokasi, setidaknya lebih kurang lima bangunan yang dijadikan daerah usaha berdiri di atas saluran air. Sejumlah bangunan itu menutupi saluran air yang punya lebar lebih kurang 3,5 meter. Keberadaan kafe selanjutnya diduga jadi penyebab terjadinya banjir saat hujan deras.

Aturan mendirikan bangunan di atas fasilitas air telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 mengenai Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung. Pasal 14 menyatakan bahwa standar perencanaan dan perancangan bangunan gedung harus meliputi ketetapan tata bangunan, ketetapan keandalan bangunan gedung, ketetapan bangunan gedung di atas dan/atau di di dalam tanah, dan/atau air; dan ketetapan desain prototipe/purwarupa. Kemudian, Pasal 51 Ayat 2 sesuaikan bahwa ketetapan bangunan gedung di atas dan/atau di di dalam tanah, dan/atau air dan/atau prasarana atau fasilitas umum harus mempertimbangkan:
a. wilayah penempatan bangunan gedung;
b. arsitektur bangunan gedung;
c. fasilitas keselamatan;
d. struktur bangunan gedung; dan
e. sanitasi di dalam bangunan gedung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *